Mencari jalan atau membuat jalan sendiri ?


Sebagai seorang constructivist (salah satu aliran dalam ilmu pembelajaran,Learning Theory) saya tidak percaya kepada mencari jalan. Sebaliknya,saya mengkonstruksi jalan hidup saya sendiri. Mungkin Anda pun adalah seorang Constructivist,namun selama ini ini termakan mitos bahwa Anda perlu mencari jalan.
Mari kita telaah satu persatu perbedaan dari mencari jalan dengan membuat jalan atau mengkonstruksi jalan sendiri.

Mencari jalan sendiri mempunyai konotasi bahwa sesuatu yang dicari itu sebenarnya sudah ada,namun karena satu dan lain hal,Anda kehilangan sesuatu itu atau belum menyadari keberadaanya. Jadinya ya,perlu dicari. Sedangkan,membuat jalan sendiri sudah jelas bahwa jalan itu belum ada,namun Anda konstruksikan sendiri dengan pasir, semen,aspal dan bahan apa saja yang Anda miliki, dengan tujuan supaya Anda menggunakan jalan itu untuk mengangkat diri Anda sendiri ke atas(apapun tujuanya).

Mengkontruksi jalan hidup sendiri tidak lebih sulit daripada mencari.Bahkan,seringkali lebih mudah,karena detail-detailnya sudah ada dalam benak maupun dalam cetak biru kita.Jika ini terasa berat,kuncinya mudah saja.Ingatlah bahwa semua itu sesunguhnya mudah saja. Jangan sekali-kali Anda mempersulit keadaan dengan memunculkan perasaan,"Betapa sulitnya hal itu!" Ganti saja dengan pernyataan"Gampang saja kok!"
Banyak orang pandai dan super pandai yang saya kenal tidak berhasil mencapai apa-apa dalam hidupnya
Sebab,mereka mempunyai perasaan soal betapa sulitnya ini dan itu. Intinya,Jika ada hal-hal yang sulit menurut saya--dengan kata lain bakal membawa kesulitan dalam mengkonstruksikan jalan
hidup saya--maka saya akan pecahkan dulu "si sulit"itu sehingga menjadi mudah.

Jadi kuncinya bukan hanya niat, namun mengeksekusi niat itu dengan kesadaran penuh, bahwa sesuatu yang kasat mata itu bisa dilakukan dan keinginan itu suatu realitas dan kenyataan.
Membuat jalan sendiri juga berarti tidak mudah putus asa ketika kegagalan yang ada di benak Anda itu selalu menghantui diri Anda, sedemikian mendalam sehingga Anda tidak berani bergerak. Berikut beberapa kiat untuk melepaskan diri dari belenggu mencari jalan, sehingga Anda bisa leluasa membuat jalan Anda sendiri.

Pertama,
Semua kegagalan Anda terjadinya dimasa lampau.Sementara,masa depan Anda adalah kesuksesan,maka tinggalkan segala macam bentuk ketakutan pada kegagalan.Toh itu terjadi dimasa lalu kan?,apa pun yang terjadi di masa depan,visualisasikan sukses Anda,dan putarlah terus citra itu dalam benak Anda,setiap hari.
Kalau bisa,lakukan hak itu setiap saat Anda menggunakan pikiran untuk hal-hal yang produktif.

Kedua,
Anggap semua itu gampang. Orang Amerika bilang,"thats a piece of cake!"tidak ada yang sulit dalam hidup ini.Hanya pikiran kita sendiri yang membelenggunya sehingga terasa sulit dan berat. Jalankan hidup sebagaimana hidup memerlukan kita dan kita memerlukan hidup. Jangan dibuat-buat dan jangan dipikirkan terus-menerus,sampai-sampai yang harus dilakukan malah tidak dikerjakan. Ingat juga untuk melihat kedepan agar lebih baik dari pada dimasa lampau.

Ketiga,
Bersikap berani menjadi orang berbeda dalam segala hal. Mungkin tidak banyak orang yang tau bahwa sejak tahun 1900-an saya sudah yakin pada kekuatan internet sebagai suatau sarana distribusi pendidikan. Sebagai seorang otodidak sangat percaya pada belajar sendiri,belajar jarak jauh,maka keberadaan internet merupakan impian menjadi nyata.Lihatlah sejarah dunia! betapa orang-orang yang memberikan sumbangsih pada dunia,kebanyakaan dianggab orang setengah gila dengan tekadnya,namun apa jadinya dunia tanpa sumbangsih merka sekarang ini,Justru dengan setengah gila dengan tekad bulat untuk sukses Anda tinggal selanggkah lagi untuk bisa sukses yaitu,berani membuat jalan sendiri untuk mandiri dan sukses!

Diringkas oleh: *Agust Nasihin
Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/1804239-mencari-jalan-atau-membuat-jalan/#ixzz2BeEVGKoH

Tidak ada komentar: